Senin, Agustus 28, 2006

Dirgahayu Negriku


61 tahun sudah negriku Indonesia merdeka, terbebas dari belenggu penjajahan. Kemerdekaan Bangsa Indonesia ditebus oleh harta dan nyawa para Pejuang bangsa, bukan hadiah dari Penjajah. Sungguh berbeda dengan negri tetangga Malaysia, Singapura dan Brunei yang katanya memperoleh hadiah kemerdekaan dari sang Penjajah.

Jika kita bandingkan kondisi Indonesia dengan 3 negara tsb di era sekarang, maka akan terlihat betapa tertinggalnya Indonesia. Lantas apa bedanya kemerdekaan yang diberikan secara cuma-cuma dengan kemerdekaan yang didapat dengan perjuangan?
Mengapa yang heroik justru kalah dengan yang hadiah?
Apakah bangsa kita belum siap merdeka?

Sepertinya kemerdekaan hanya dinikmati oleh segelintir orang, sedangkan kehidupan rakyat masih tidak banyak berubah. Oknum pemerintah yang korup, dengan sadar membodohi rakyat, akibatnya rakyat tetap menderita di era kemerdekaan.

Saya jadi malu sendiri, modal kemerdekaan yang diperoleh dengan tetesan darah dan cucuran air mata, ternyata belum dapat saya manfaatkan dengan baik. Kemiskinan masih menghantui rakyat negri ini. Hutang Luar Negeri semakin bejibun, akibatnya hidup negriku tergantung sama kreditur. Lha ini khan bentuk lain dari penjajahan. Jadi sebenernya kita ini sudah merdeka apa belon sich ?

Sejatinya kita sudah Merdeka, namun mental kita masih lemah, setara dengan mental bangsa jajahan. Mari kita bangkit, tegakkan kepala, tatap masa depan dengan penuh keyakinan. Bersatu padu menyongsong masa depan yang lebih baik. Bulatkan tekad, satu kan segala potensi. Kita bisa lebih baik dari pada Malaysia, Singapura dan Brunei. Bahkan kita bisa melampaui Jepang dan Amerika. Hidup Indonesia. Jayalah Indonesia.

Merdeka! Merdeka!! Merdeka!!!

1 komentar:

Barry mengatakan...

Hanya bisa dicapai jika kita masing-masing memberikan sumbangan di bidang yang kita geluti. Selalu memberikan yang terbaik yang kita bisa. Amin