Senin, September 04, 2006

UPAH BURUH

Sekali lagi tentang upah minimum. Siapa sih yang peduli dengan upah minimum. Anda yang kerja kantoran pasti engga terlalu peduli dengan upah minimum. Wajar saja, karena gaji Anda jauh di atas upah minimum. Upah minimum hanya urusan para buruh pabrik yang hidupnya terengah-engah dan urusan para pengusaha kaya yang senang melihat buruhnya hidup susah. Anda mungkin akan menggerutu bila lagi enak-enaknya menikmati mobil BMW yang dingin-dingin empuk, tiba-tiba terjebak kemacetan di Jalan Sudirman-Thamrin, karena ada buruh yang berdemo dengan keringat bercucuran.

Jika Anda ngelencer ke Amerika, Anda akan menemui upah minimum sebesar USD 5.15/jam
(setara Rp. 46.350/jam, kurs $1=Rp.9000). Dengan demikian dalam sehari, para pekerja kasar di Amerika akan mendapatkan $5.15x8=$41.2 (eq. Rp. 370,800.00). Dalam sebulan para buruh AS mendapatkan $5.15x25=$1030 (eq. Rp. 9,270,000.00).

Jika Anda sempet plesir ke Australia, Anda akan menemukan upah minimum sebesar AUD13.27/jam eq. USD10.15/jam eq.Rp91,350/jam atau Rp. 18,270,000.00 per bulan.

Sementara itu di Jakarta, upah minimum hanya Rp.819,100/bulan, itu untuk buruh pabrik lho. Sedangkan upah pembantu rumah tangga, berkisar antara Rp.300,000 - Rp.500,000 per bulan.

Wah ternyata upah buruh di negeri kita dalam kondisi yang mengkhawatirkan yaa. Tetapi para pengusaha masih saja merasa bahwa "harga" buruh Indonesia terlalu mahal. Bahkan tanpa sadar, kita sebenernya juga bagian dari Para Pengusaha itu. Mengapa ? Karena kita hanya menggaji pembantu sebesar Rp.300 ribu sebulan dengan jam kerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan jenis pekerjaan yang beragam, mulai dari menanak nasi, mencuci baju, mencuci piring, mencuci mobil, nyuapin anak, ngepel lantai, memotong rumput de el el.

Kapankah ini akan berakhir ? Mene ke tehe (baca : Mana Ku Tahu)

2 komentar:

Diyan mengatakan...

Bener banget. Upah disini kecil. Itu pun masih sering dipangkas ini itu. Kalo ditanya kapan akan berakhir, mungkin nanti setelah keturunan ke-7 :P atau kalo kita semua pindah jadi warga negara USA atau AUS atau dimana pekerja lebih dihargai..

anyway.. lam kenal yah :)

Seeharrie mengatakan...

Sebenernya yang kite mau adalah pemerintah tidak menerapkan standard ganda. Untuk urusan upah buruh,Pemerintah mengacu pada Negeri China yang upahnya murah, tetapi untuk public facility, wow pemerintah mengacu pada tarif Internasional yang mahal.