Selasa, November 27, 2007

Di Negeri Dingin

Ceritanya, udah seminggu ini, saya berada di London. Bukan buat jalan-jalan, tetapi untuk magang di salah satu bank Eropah yang punya cabang ndek sini. Duh ternyata London itu kalo lagi bulan begini dinginnya terasa sekali. Kadang suhu udara mencapai 4 derajat celcius. Kalo lagi jalan-jalan di jakarta, bisanya kita mampir ke Mall sekedar untuk mencari kesejukan, tetapi di sini kalo kelamaan di jalan malahan mampir ke Mall untuk mencari kehangatan.


Kalo di jakarta, bubaran kantor jam 5 masih terlihat terang dan bisa jalan-jalan ke Mall atau cafe, tetepi ndek sini, bubaran kantor jam 5 udah gelap gulita dan mall juga udah banyak yang tutup. Jadinya engga banyak waktu buat sight-seeing. Tapi engga pa pa lah...setidaknya sayah bisa merasakan AC alam yang suejek dan dingin sepanjang hari.

Kayaknya sih enak juga kalo kerja ndek sini, meskipun harga barangnya muahal..tetapi masih tertutup oleh gaji yang lumayan tinggi. Bayangin...tarif tukang pijit ndek sini £40/jam, jadi kalo sehari mijet 5 jam maka si Mang Ipin bisa ngantongin £200 per hari. Kalo sebulan mijit 25 hari, maka sebulan dapet £5000, wah..gede banget khan. Kalo di beliin jas M&S yang seharga £145, bisa dapet sekarung dech.

Tapi ya sudahlah...kita khan engga boleh ngiri ama orang. Rezeki mah..udah ada yang ngatur. Asal kita mau berusaha..Insya Allah hidup akan bahagia.
Udah dulu dech cerita sayah dari Negeri Dongeng..Dingin ini..kapan di sambung lagi.
Btw, ndek London sini, meskipun sekolahnya cuman jebolan SD dan jadi pengemis, tetapi bahasa Ingris jago lho...he.he.he.he

Jumat, November 09, 2007

Budaya Kekerasan

Beberapa minggu ini, berita mengenai aliran sesat kembali menjadi headline di beberapa media. Yang menjadi pesakitan kali ini adalah Al Qiyadah Al Islamiyah. Para pemimpin dan pengikut aliran ini diburu di mana-mana. Pada saat yang bersaman Lia Eden pemimpin komunitas Eden baru dibebaskan dari penjara.

Merebaknya ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah disikapi dengan bijak oleh MUI dengan mengeluarkan fatwa sebagai aliran sesat. Kenapa sesat ? Karena SYAHADAT aliran ini tidak sama dengan Syahadat Islam. Selain itu Al Qiyadah Al Islamiyah juga mengajarkan bahwa Sholat hanya sekali dalam sehari dan tidak wajib melakukan puasa Ramadhan. Itu yang saya baca dari media.

Di dalam Islam memang banyak sekali cabang/ alirannya, tetapi untuk urusan Rukun Islam dan Rukun Iman tidak ada perbedaan. Kalo ada suatu aliran yang mengaku Islam tetapi mempunyai rukun Islam/ Iman yang lain, maka aliran itu layak di cap "sesat".

Namun sayang, kearifan MUI dalam menyikapi aliran Al Qiyadah Al Islamiyah tidak diikuti oleh sebagian umat Islam. Beberapa kelompok masyarakat melakukan tindak kekerasan berupa pengusiran dan perusakan terhadap pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah. Tujuannya sih baik..yaitu mencegah meluasnya ajaran sesat tersebut, tetapi apakah kekerasan merupakan jalan yang efektif?

Untuk merekrut anggota baru, pemimpin Al Qiyadah Al Islamiyah banyak melakukan diskusi "door to door" secara intensif. Akibatnya calon anggota (yang pengetahuan agamanya minim) dengan mudah akan tercuci otaknya dan menganggap bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah adalah ajaran yang paling benar. Nah untuk mengembalikan kesadaran para korban ini, tidak bisa dilakukan dengan kekerasan, tetapi musti dengan diskusi pula. Kalo terapi kekerasan diberikan kepada orang yang telah "tercuci otaknya", maka orang tersebut cenderung untuk "defensif". Kalopun mereka luluh, biasanya itu hanya pura-pura sekedar lepas dari tindak kekerasan.

Untuk mengikis penyebaran Al Qiyadah Al Islamiyah, maka para pemimpinnya memang harus ditangkap dan di adili, tetapi bagaimana dengan para pengikutnya ? Bukankan mereka hanya korban tipu daya juga. Jadi tidak selayaknya kalo kita melakukan tindak kekerasan terhadap orang-orang yang jadi pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah. Lebih baik mereka disadarkan dengan diskusi tentang ajaran Islam yang benar. Memang dengan metode diskusi diperlukan waktu yang agak lama, tetapi Insya Allah hasilnya adalah per-Taubatan yang muncul dari dalam hati/jiwa, bukan pura-pura tobat.

Seiring dengan sering munculnya aliran sesat, mulai muncul pula pemikiran bahwa hal itu didalangi oleh pihak tertentu dengan dana yang besar. Istilah kerennya KONSPIRASI. Siapakah DALANGnya ? Wah..daripada sibuk mencari-cari dalan konspirasi, lebih baik kalo para pemuka agama saling bahu membahu membentengi umatnya dengan berbagai cara agar tidak mudah terpedaya oleh aliran sesat. Diskusi keagamaan hendaknya semakin digiatkan. Sehingga umat terbiasa untuk berpikir, tidak hanya dicekok-i. Jika benteng yang ada di dalam diri umat telah kuat, maka sekuat apapun dalangnya engga bakalan deh mampu menerobosnya. Bener gak sih ?

Selasa, November 06, 2007

Keruwetan di Dalam Kemudahan

Di era sekarang ini, HP sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pengusaha bintang lima, hampir semuanya memiliki HP. Dengan adanya HP, aktivitas bisnis menjadi lebih mudah dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Seorang penjaja bakso bisa dengan mudah di-order untuk datang ke satu kampung hanya dengan menghubungi nomor HPnya. Bahkan momen silahturahim antar pulau pun bisa dilakukan dengan mudah melalui pasilitas 3G. Huebat khan ?

Itulah enaknya punya HP. Tetapi, dibalik segala kemudahan yang ada pada HP, sebenernya tersimpan potensi keruwetan yang cukup besar. Dan ndilalah..keruwetan itu terjadi pada keluarga saya saat cuti lebaran kemarin



Cerita begini, pas lebaran, Nita (istri saya) dapet HP SonyEricsson W950i. Segala phone-book pun dicopy ke W950i dan selanjutnya simcard Mentari (081619*****) pun dipindah ke W950i. Dua hari pertama memakai W950i tidak ada masalah, namun memasuki hari ketiga, tiba-tiba dilayar W950i muncul tulisan simcard Error dan bar sinyal pun blank alias tidak bisa konek ke jaringan Indosat. Segera W950i ku re-start, tetapi tetap muncul tulisan simcard error. Hal ini terjadi berulang kali. Akhirnya aku ganti simcard Mentari dengan simcard lainnya, ternyata HP berfungsi normal. Berarti "kerusakan bukan pada W950i" (syukur dech..soalnya HP baru cink).

Selanjutnya simcard Mentari ku pindahin ke HP lainnya, tetapi masih juga muncul simcard error. Aku pun segera menghubungi Indosat Call Center, ternyata untuk bisa berbicara dengan petugas Call Center perlu waktu sekitar 2-3 menit dan harus mengikuti satu per satu petunjuk yang diberikan oleh mbak mesin penjawab. Begitu terhubung dengan petugas call center, saya pun menyampaikan masalah saya dan menanyakan bisa/tidaknya dilakukan penggantian simcard Mentari Jakarta di Galeri Indosat Surabaya. Petugas call center menyarankan saya untuk datang ke salah satu Galeri Indosat di Surabaya untuk pengecekan simcard terlebih dahulu. Selain itu petugas call center juga menyatakan bahwa jika kerusakan terjadi pada simcard, maka penggantian hanya bisa dilakukan di kota asal simcard alias di Jakarta. (Huikkk ribet banget)

Dari pengalaman sebelumnya, saya tahu bahwa untuk komplain/ minta penjelasan di Galeri Indosat perlu antri sekitar 2-3 jam. Nah daripada saya menghabiskan waktu 2-3 jam di Galeri Indosat dan engga akan mendapat penggantian simcard, maka dengan berat hati saya putuskan untuk mengajukan komplain di Jakarta sepulang dari Surabaya. Itu artinya selama beberapa hari Nita tidak bisa dihubungi oleh temen dan kerabatnya, padahal saat itu Nita sedang sibuk membantu persiapan pernikahan adiknya dan juga mau reuni-an dengan temen-temennya. Maka terpaksalah Nita memakai simcard dari provider lain dan menginformasikan perubahan no. HP sementara ke beberapa kerabat dan teman (nambah dech biaya sms).

Nah ketika saya sampai di Jakarta hari Sabtu, saya langsung menuju Galeri Indosat Sarinah yang buka 24 jam. Ternyata di sana kehabisan stock simcard Mentari yang berawalan 081619, wah apes banget dech. Petugas counter menyarankan saya untuk melakukan penggantian simcard di Galeri Pusat Indosat pada hari Senin. Walah itu artinya selama 6 hari no. mentari Nita bermasalah. Bayangkan seandainya yang simcardnya bermasalah adalah seorang pengusaha/ seleb, maka dalam 6 hari bisnisnya bisa berantakan dan order bisa melayang ke tangan orang lain.

Saya heran, kenapa susah banget cari simcard pengganti di Indosat (harus dilakukan di kota asal simcard) dan stock terbesar hanya ada di Kantor Pusat. Apakah kerumitan penggantian simcard juga berlaku di provider lainnya ? Engga tahulah..males nanya providernya atu-atu.

Pada hari Senin, dengan rasa dongkol, saya pun pergi ke Galeri Pusat Indosat di Jl. MH Thamrin, ternyata proses penggantiannya hanya perlu waktu 15-20 menit. Cepet banget bo. Seandainya hal ini bisa dilakukan di Surabaya, maka saya engga perlu gondok selama 6 hari.

Ketika menceritakan masalah ini ke kerabat, ternyata ada juga yang mengalami hal serupa, tetapi beliau lebih beruntung karena simcard Mentari Jakarta-nya bisa di ganti di Galeri Indosat Malang. Lho koq bisa yaa? Karena penasaran, saya coba hubungi lagi Indosat Call Center dapat jawabannya adalah "penggantian simcard hanya bisa dilakukan di kota asal simcard". (wah..gimana nih)

Dari pengalaman ini, saya jadi berpikir engga ada ruginya punya 2 nomer HP, buat jaga-jaga kalo simcard bermasalah. Namun saya tetap berharap agar ada provider yang menyediakan penggantian simcard di kota mana saja sehingga kita kita bisa dengan mudah melakukan penggantian simcard jika sewaktu-waktu bermasalah.