Senin, Desember 03, 2007

Mencari halal food

Di negri tercinta ini, kita dengan mudah dapat menemukan makanan yang halal walaupun tanpa ada label dari MUI, tetapi kalo pas lagi jalan-jalan di Eropah atau Amrik, mungkin kita akan sedikit mengalami kesulitan mencari makanan halal. Beberapa temen saya yang mendapat tugas ke luar negeri, kadang membawa bekal mie instan beberapa puluh bungkus agar bisa makan dengan nyaman. Repot sih, tetapi demi keselamatan diri terpaksa dilakukan.


Bagi warga muslim yang sudah menetap di kawasan Eropah, Amrik, Cina dan negeri yang sebagian penduduknya bukan Muslim, tentunya tidak akan menemukan kesulitan mencari halal food. Mereka bisa belanja daging ayam, sapi dan dimasak sendiri. Tetapi bagi para turis muslim, mungkin akan menemui sedikit masalah. Hal ini terjadi pada diri saya yang kebetulan Minggu lalu ada acara di london. Karena engga tahu "lor-kidul" tentang restoran muslim di sekitar London, maka terpaksa dech saya banyak mengkonsumsi fastfood cap KFC dan McD. Saya sih berasumsi bahwa ayam yang ada di kedua resto tersebut sudah disebelih dengan cara yang halal. Kalopun tidak disembelih dengan asma Alloh, mudah-mudahan Alloh mengampuni sayah.

Selain KFC dan McD, makanan yang selalu saya cari jika di negri orang adalah SeaFood. Secara teori fikih (halah...sok keminter), yang namanya seafood dijamin halal, dan engga perlu pake ritual penyembelihan. Tetapi kadang timbul keraguan juga...jangan-jangan di resto tersebut bukan hanya jual seafood, tetapi juga jualan makanan yang mengandung babi. Nah loh..jadi ragu khan ? Meskipun jenis makannya halal, tetapi kalo alat memasaknya dicampur dengan alat memasak daging babi, maka hukumnya khan jadi haram. Duh trus gimana dunk ? Boleh engga ya..kondisi ini dianggap sebagai darurat ?

Di sekitar London, saya beberapa kali menjumpai warung yang menempelkan tulisan "Halal Beef" tetapi ketika saya lihat daftar menu makanannya ternyata warung itu juga jualan masakan babi, wah..terpaksa deh sayah mundur teratur dan cari warung yang lain. Dimana ya..saya bisa bisa menemukan website yang berisi daftar resto halal food di negeri yang sebagian besar penduduknya non-muslim ?

4 komentar:

Anna Rochanti Madden mengatakan...

Harie, saya waktu itu dengerin ceramahnya mas Ulil (koordinator Islam Liberal) di US. Mas Ulil bilang bahwa kita tidak perlu pusing mikirin gimana caranya cari makanan halal kalo pas berkunjung atau tinggal di negeri non muslim. Kalo kebetulan nemu toko halal baguslah, tapi kalo nggak ya jangan bingung. Cukup berdoa sama Allah agar makanan yg kita makan selalu halal walaupun kita nggak yakin disembelihnya pake menyebut asma Allah atau nggak.

Kalo terlalu fanatik malah jadinya nggak bagus lho. Kayak yg terjadi dgn temen saya: waktu itu ada pengajian yg dihadiri org2 dari segala ras dan bangsa. Teman saya datang dgn bawa makanan rendang daging. E..dia ditanya sama salah seorang ibu dari Timur Tengah: "Ini halal nggak?" Terang aja teman saya tersinggung berat dan nggak mau datang lagi ke pengajian itu.

Saya kan tinggal di US juga, toko halal di tempat saya jauh dari rumah saya. Kalo saya mesti belanja ke situ terus kan repot. Terus keluarga suami itu non muslim, apa saya harus menolak makanan mereka? Disamping itu teman2 saya juga banyak yg non muslim lho. Kalo terlalu fanatik, kita bisa nggak punya teman di sini. Kalo udah gitu buat apa hidup di negeri non muslim? Kan Islam menganjurkan kita utk hidup damai dgn yg non muslim ya nggak?!

Kata Mas Ulil: "Selama makanan itu kita tau tidak ada daging babinya, silakan dimakan aja!"

Semoga hal ini ada manfaatnya buat Harie. Nikmati aja jalan2 ke negeri orang! :)

Harrie mengatakan...

Jeng Anna, saya memang tidak terlalu fanatik untuk urusan makan tetapi tetap berusaha cari makanan yang "aman". Kalo sedang berada di negeri non-muslim, saya lebih banyak mengkonsumsi seafood karena pasti halal. Kalo engga ada seafood, baru saya cari warung yang jual fried chicken atau daging sapi/kambing asalkan di warung itu tidak menjual makanan yang mengandung babi.
Oh ya..ketika saya ngobrol dengan teman penganut Advent, saya baru tahu kalo penganut Advent juga mengharamkan babi.

Anna Rochanti Madden mengatakan...

OK kalo Mas Harie hanya cari makanan yg "aman". Tapi aku penasaran nih: gimana kalo Mas Harie ada di suatu pesta yg makanannya beraneka macem: ada beef, lamb, chicken dan juga babi, apa Mas Harie jadi nggak mau makan apapun soalnya ada dish babi juga?

FYI agama Judaism utk orang-orang Jewish di kitab Torah mereka juga mengharamkan makan babi kok. Jadi nggak hanya Islam aja yg mengharamkan umatnya makan babi.


OK deh good luck for everything! ;)

sachroel mengatakan...

Kalo saya sih, masak sendiri, supaya yakin he..he.. (walaupun gak enak).

bahan2 kayak daging ayam, sapi halal, dsb... dipesan lewat internet. selanjutnya terserah anda ha..ha..

kalo makan diluar....seafood doang deng, pokoknya yg gak pake daging deh.