Selasa, Agustus 07, 2007

Autopilot Car

Setiap hari, pergi pulang kantor aku selalu bawa mobil melintasi jalan yang itu-itu saja. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun. Karena tempat kerjaku ada dikawasan 3in1, maka aku selalu melintasi kuningan dan menteng. Tanpa kusadari...ternyata kegiatan rutin tersebut..sepertinya membentuk pola lintasan di otak ku. Aku engga tahu apakah ini memang bisa dibuktikan secara ilmiah atau hanya perasaannku saja.

Seringkali, ketika akan berangkat kerja, aku berencana untuk melintasi jalur lainnya. Tetapi...nyatanya...antara sadar dan tidak sadar aku justru mengarahkan mobilku ke jalan yang biasa kulewati. Halah...udah cape-cape mikir jalur alternatif, koq lewatnya tetep dijalur yang kemarin-kemarin.

Seringkali pula, pada hari Sabtu, saat mengantar anak sekolah di daerah deket kantor, aku pun kembali melewati jalanan yang sama, padahal aku udah berniat banget untuk melalui jalan lainnya. Bosen khan kalo tiap hari lewat jalur yang itu-itu saja

Lha ini yang otomatis mobil ku atau otakku ya engga beres..??

Kadang aku pulang kantor melampaui jam 7, jadi mestinya aku bisa bebas melintas melalui jalur 3in1, tetapi..tanpa aku sadari...aku justru mengarahkan mobilku melintasi jalan yang biasa kulewati, batal dech lewat jalur 3in1.

Ampun dech...kenapa selalu begitu ya??

Seandainya hal ini menimpa para sopir TransJakarta yang tiap hari melintasi jalur busway, wah bisa berabe donk. Jangan-jangan pada saat bawa mobil pribadi, tanpa sadar dia justru berjalan di sepanjang jalur busway, bisa kena tilang tuh.

Mungkin kah hal ini juga berpengaruh pada kehidupan sehari-hari ? Orang yang terbiasa jadi pekerja dan kerjanya cuman nunggu diperintah, ketika suatu saat diangkat sebagai petinggi, maka dia tidak akan bisa bekerja dengan baik. Dia akan selalu meminta petunjuk dari pejabat yang lebih tinggi lagi.

Sebaliknya orang yang terbiasa berpikir secara mandiri, ketika dimasukkan dalam suatu Tim, maka Tim itu justru menjadi terpuruk, karena masing-masing anggota tim sulit diajak bekerja sama dan lebih mementingkan pendapat pribadi.

Bener engga sih ??

5 komentar:

tukang ketik mengatakan...

iya, saya juga begitu. Naik motor sambil mikir yang lain, tapi ada belokan-belokan dah otomatis aja menikung. hihihi...
Tuhan memang menciptakan manusia luar biasa yah...

istantina mengatakan...

he he he.. berarti 'otak' kita levelnya sama ya mas..:) Aku juga sering tuh kayak gitu, malah lebih parah kali, aku sering lupa ama jalan yang padahal sering aku lewati.. he he he...

NiLA Obsidian mengatakan...

setuju banget om harrie.....
kayaknya sambil merem udah bisa nyetir sampe kantor kali...hahahaha...
sampe menghindari lubang yg sama pun sudah otomatis....

tapi....seringkali kita melakukan kesalahan yg sama...apa krn sudah otomatis juga? hehe

ely meyer mengatakan...

tergantung sama kitanya juga sih, kalau memang bener2 mau ngambil rute lain ya pasti bisa kok *optimisdotkom* ^_^ , aku sama suamiku sekarang kalau pit2 an tiap habis dinner diusahakan sesering mungkin menelusuri rute2 yang beda tiap malam, soalnya yang ditemui jadi tambah beda2, binatang liar maksudnya.

Harrie mengatakan...

#Ely: Betul sekali. Kalo kita fokus pada niat untuk cari jalan alternatif..pasti bisa, tapi kalo nyetir sambil ngelamun atau mikir yang agak berat..biasanya ostosmastis kembali ke jalur lama