Senin, Maret 26, 2007

The Power of Suwuk


Setelah membaca tulisan Dr.Ratna Megawangi mengenai “Efek dahsyat pikiran dan kata terhadap anak" di majalah Inspired Kids edisi Maret 2007, saya jadi teringat dengan buku “The Secret Life of Water” yang ditulis oleh Prof DR Masaru Emoto. Belinya sih udah beberapa bulan yang lalu, tetapi baru dibaca beberapa halaman saja.

Tulisan Dr Ratna mengacu pada buku “The Message from Water” yang ditulis oleh Prof DR Masaru Emoto. Meskipun tulisan Dr Ratna hanya satu halaman, namun cukup komprehensip dan bermanfaat bagi keluarga muda untuk dijadikan salah satu pedoman dalam mendidik anak. Tulisan tersebut juga membuka ingatan saya tentang “Suwuk”.

Apakah suwuk itu ? Setahu saya suwuk adalah suatu cara penyebuhan alternatif dimana seseorang membacakan suatu mantra pada segelas air dan selanjutnya diminum oleh pasien. Tradisi tersebut sepertinya masih bertahan hingga sekarang, seperti termuat dalam artikel ini. Jika kita datang ke kyai/ulama, maka yang dibacakan adalah surah alfatehah atau ayat-ayat suci lainnya. Jika mengacu pada hasil penelitian Masaru, bisa jadi air yang telah dibacakan ayat suci menyimpan energi positif (membentuk kristal indah) sehingga dapat meyembuhkan penyakit. Dalam penelitian Masaru, segelas air yang di tempeli dengan tulisan Adolf Hitler ternyata membentuk suatu kristal yang berantakan, sedangkan yang ditempeli tulisan Bunda Theresa, membentuk krital yang indah. Air yang diperdengarkan lagu Beethoven's Pastorale, pun berhasil membentuk suatu kristal yang indah.

Dalam tradisi Islam, setiap bayi yang baru lahir di-sunahkan untuk dibacakan Adzan di telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri. Secara ilmiah, hal ini mungkin sesuai dengan hasil penelitian Masaru. Mengingat 80% tubuh anak-anak terdiri dari air, maka bacaan Adzan dan Iqamah tersebut dapat membentuk kristal kepribadian yang indah dalam diri si kecil dan menjadi fondasi yang kuat bagi si kecil.

Apakah memang bisa seperti itu, ya kita tunggu saja hasil penelitian Pak Masaru dan Ibu Ratna.

Tetapi ada satu hal yang agak mengganjal dalam pikiran saya, yaitu bagaimana caranya si AIR bisa membedakan sesuatu yang buruk dan baik. Seandainya kita pergi ke suatu suku yang terpencil dan ter-isolasi dengan daerah lainnya, lalu kita tanyakan tentang Adolf Hitler dan Bunda Theresa, tentu ekspresi mereka hanya terbengong-bengong, lha wong mereka tidak tahu menahu dengan tokoh tersebut. Nah terus..bagaimana caranya ya si Air bisa membedakan antara Hitler yang Kejam dan Bunda Theresa yang Penyantun. Wah jangan-jangan, para air itu kalo lagi ketemua pada ngobrol dan ngomongin para manusia...he.he.he.

(gambar di-copy dari http://www.masaru-emoto.net/english/entop.html)

2 komentar:

NiLA Obsidian mengatakan...

hehehe pertama baca
buku itu saya mengangguk2 mmmmmm....bener juga ya....takjub juga....
dan masuk logika lah....

eh baca pertanyaan terakhir di atas....hehehe..iya ya....gimana cara nya air di pedalaman itu tau....adolf hitler dll?

mungkin mereka bersatu di muka bumi....*halah*

銀行汽車貸款0800772999 mengatakan...

中古車貸
車貸
銀行汽車增貸
車貸官方網站
銀行汽車貸款10-150萬
汽車二胎貸款‎
汽車貸款查詢