Rabu, Mei 30, 2007

Miss Universe 2007


Tadi malem Nita ngingetin untuk nonton penganugerahan Miss Universe 2007. Istriku itu emang demen banget nonton acara Miss-miss-an seperti itu, mulai dari tingkat lokal seperti Cak & Ning, Abang None, tingkat nasional Putri Indonesia dan Miss Indonesia, hingga tingkat Internasional Miss Universe & Miss World.

Kembali ke acara Miss Universe 2007, Aku & Nita sedih banget karena Agni Pratistha wakil Indonesia gagal masuk babak 15 besar. Jangan-jangan dulu si Artika berhasil lolos 15 besar hanya sebagai pemanis saja. Maksudnys supaya ditahun-tahun berikutnya Indonesia dapat mengirimkan wakilnya dan sekaligus membeli hak siarnya…yang lumayan mahal itu…..yaa..…tertipu dech kita. Moga-moga dugaan saya keliru.

Di babak 15 besar, kita masih bisa cukup bergembira karena ada 3 wakil Asia Timur yaitu Farung Yuthithum (Thailand), Honey Lee (Korea)dan Riyo Mori (Japan).Memasuki babak 5 besar lebih gembira lagi karena Honey Lee dan Riyo Mori masih bertahan. Puncaknya…ketika Riyo Mori dinobatkan sebagai Miss Universe 2007, kita ikutan senang. (wah kayaknya masih primodialis juga nih…). Kayaknya Putri Indonesia harus belajar dari Saudara Tua yang dalam 2 tahun terakhir masuk 5 besar.

Setelah perhelatan selesai, saya jadi mikir lagi, emangnya apa sih manfaat dari keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe. Menang belum tentu, tetapi hebohnya minta ampun bahkan ada yang demo segala. Sedangkan di sisi lain, para jawara Olimpiade Fisika dan Olimpiade Matematika bahkan Juara Dunia Catur ternyata sepi dari pemberitaan. Ya..sudahlah..emang udah gitu kali tabiat kita, suka pada yang glamour dan gemerlap.

Kapan nih Putri Indonesia bisa berjaya di tingkat Internasional

5 komentar:

tukang ketik mengatakan...

"Kapan nih Putri Indonesia bisa berjaya di tingkat Internasional"

selama tidak menyebut indonesia is a beautiful city, hahaha..

lam kenal pak. :D

Harrie mengatakan...

Kapan...kapaaannn...
Lam kenal juga

Dino mengatakan...

Kamu Islam ga sih? Ngapain dukung lomba yang menilai tubuh seseorang dan memamerkan tubuhnya seperti hewan. Kenapa kamu pake Google yang buatan orang barat. Kenapa kamu pake komputer yang buatan orang barat. Encyclopedia of Ethical Failure itu bukan kitab suci. Itu hanyalah kumpulan kesalahan2 dari orang2 yang terdahulu di pemerintahan. Bisa jadi pelajaran bagi orang setelahnya.
Jangan asal ngomong dan merendahkan ke-Islamanku. Hanya Allah yang boleh merendahkan ke-Islamanku!!

Harrie mengatakan...

Waduh....koq Mas Dino esmosi sich.
Kalo yang ikut adalah non-muslim, apakah bisa dilarang ? khan aturan penutupan auratnya berbeda untuk tiap agama.
Kalo memang ada tahapan penjurian yang dianggap tidak pantas, yaa tinggalin saja.
Kalo untuk miss-miss-an versi Indonesia, mestinya sih disesuaikan dengan kultur/budaya Indonesia. Berarti boleh pake kebaya donk, padahal kain kebaya itu khan terawang.

Btw, yang merendahkan ke-Taqwaan seseorang adalah sikap dan perilaku orang itu sendiri.

Maaf, kalo Mas Dino tersinggung.

mukuge mengatakan...

"Jangan-jangan dulu si Artika berhasil lolos 15 besar hanya sebagai pemanis saja."

Yup, that's one of my fears as well. Ada juga yg bilang bahwa Artika masuk 15 besar secara tidak langsung gara2 public uproar yang muncul pada saat dia dikirim. Meskipun begitu, dari tiga Putri Indonesia yg dikirim ke MU sampai saat ini, Artika tetap jadi favorit saya.