Tampilkan postingan dengan label InCip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label InCip. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 10, 2008

Once Upon a Time in HK (Babak 1)

Akhir bulan Agustus, Daku berkesempatan singgah di Hong Kong. Dalam benak-ku, terbayang bakal banyak bertemu dengan penduduk HK (lha masak ketemu orang Negro). Eh...tibaknya, daku salah sangka. Sejak dari dalam pesawat...daku sudah bertemu dengan Ras Sawo Matang yang bersiap mengais rezeki di HK. (Mungkin tepatnya bukan mengais..lha wong gajinya HKD 3,400 setara dengan Rp. 4juta/ bulan).

Dari Bandara, daku numpang bus menuju Causeway Bay, dan ketika turun bus,..eh..lha kok pas di depan Toko Chandra yang konon katanya milik orang Indonesia.


Karena cuma bawa HKD terbatas, maka daku pun mencoba menukar uang ke Chandra...eh..lha yang jaga counternya orang Indonesia juga. Ketika lagi muter-muter nyari alamat penginapan, eh..ketemu lagi dengan beberapa orang berparas melayu sedang ngobrol dengan basa jawa. Lha ...saya ini sedang ada di HK atawa di Jawa ya..jadi rada bingung.

Tiba-tiba temenku melihat sosok selebritis Indonesia yang lagi jalan sendirian di sekitaran Causeway Bay, maka dengan serta merta daku bertiga menyapanya dan tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan berphoto ria. Mau tahu siapa dia ? Tak lain dan tak bukan adalah Mas Benjo dari Kelompok Band Team Lo.



Berhubung daku bertiga nyampe di HK udah sore, maka perutpun udah mulai kerocongan. Nah sesuai pesan dari temans di Jakarta, maka daku pun mencoba mencari tempat makan yang paling enak di HK. Kata temen-ku hukumnya wajib makan di tempat itu kalo lagi di HK. Maka dengan sisa-sisa tenaga, daku bertiga menyusuri jalanan yang ramai mencari Resto dimaksud. Lokasinya tidak jauh dari Toko Chandra, daku pun segera memesan menu special yaitu Rawon..(halah...udah jauh-jauh ke negeri seberang kok yang dicari masih rawon juga). Ternyata rawonnya enak juga, engga beda jauh dengan rawon surabaya. Udah pernah nyobain juga ? kalo belum pernah silahkan datang ke sana. Di Resto tersebut tersedia aneka masakan Indonesia ada sop buntut, ada gulai, ada juga beras kencur. Mau tahu namanya ? Judul restonya adalah Warung Malang Club (WMC). Kayaknya WMC itu jadi jujugannya WNI yang lagi kangen dengan masakan Indonesia.

Selasa, Mei 27, 2008

Wisata Car Free Day


Hari Minggu tanggal 25 Mei 2008, untuk kesekian kali diselenggarakan kegiatan Car Free Day. Maksudnya ruas jalan Thamrin-Sudirman tidak boleh dilewati oleh kendaraan dari jam 06.00 s.d 14.00. Rencananya Car Free Day akan diberlakukan setiap minggu terakhir pada tiap bulan.

Minggu kemarin, aku & kelg. ikutan mencoba jalan-jalan di seputar Thamrin - Bundaran HI. Kami sampai di parkiran sarinah jam 7.30, setelah memarkir kendaraan dilanjutkan dengan jalan kaki ke arah Bundaran HI. Kebetulan hari itu ada perayaan ultah BII ke 49, sehingga jalanan menjadi ramai. Apalagi ada balon zepelin muter-muter di sekitar BII Tower.

Sambil jalan kami sempetinn photo-photo dijalanan. Ya...kapan lagi bisa photo di tengah jalan Thamrin yang selalu padat sepanjang hari. Kita juga nyempetin photo-photo di sekitar Bundaran HI. Wah..udah belasan tahun tinggal di Jakarta, tapi baru Minggu kemarin kesampaian foto di Bundaran HI.

Jam 9.00 kami mulai meninggalkan arena Jalan Pagi, dan meluncur ke Jalan Gereja Theresia untuk sarapan.


Oh ya..ada yang terlupa...demi keamanan dan kenyamanan warga yang beraktivitas di pagi hari itu, maka pihak polri menerjunkan petugas tambahan yaitu satuan polwan bersepeda..wow..keren khan.

Senin, Desember 03, 2007

Mencari halal food

Di negri tercinta ini, kita dengan mudah dapat menemukan makanan yang halal walaupun tanpa ada label dari MUI, tetapi kalo pas lagi jalan-jalan di Eropah atau Amrik, mungkin kita akan sedikit mengalami kesulitan mencari makanan halal. Beberapa temen saya yang mendapat tugas ke luar negeri, kadang membawa bekal mie instan beberapa puluh bungkus agar bisa makan dengan nyaman. Repot sih, tetapi demi keselamatan diri terpaksa dilakukan.


Bagi warga muslim yang sudah menetap di kawasan Eropah, Amrik, Cina dan negeri yang sebagian penduduknya bukan Muslim, tentunya tidak akan menemukan kesulitan mencari halal food. Mereka bisa belanja daging ayam, sapi dan dimasak sendiri. Tetapi bagi para turis muslim, mungkin akan menemui sedikit masalah. Hal ini terjadi pada diri saya yang kebetulan Minggu lalu ada acara di london. Karena engga tahu "lor-kidul" tentang restoran muslim di sekitar London, maka terpaksa dech saya banyak mengkonsumsi fastfood cap KFC dan McD. Saya sih berasumsi bahwa ayam yang ada di kedua resto tersebut sudah disebelih dengan cara yang halal. Kalopun tidak disembelih dengan asma Alloh, mudah-mudahan Alloh mengampuni sayah.

Selain KFC dan McD, makanan yang selalu saya cari jika di negri orang adalah SeaFood. Secara teori fikih (halah...sok keminter), yang namanya seafood dijamin halal, dan engga perlu pake ritual penyembelihan. Tetapi kadang timbul keraguan juga...jangan-jangan di resto tersebut bukan hanya jual seafood, tetapi juga jualan makanan yang mengandung babi. Nah loh..jadi ragu khan ? Meskipun jenis makannya halal, tetapi kalo alat memasaknya dicampur dengan alat memasak daging babi, maka hukumnya khan jadi haram. Duh trus gimana dunk ? Boleh engga ya..kondisi ini dianggap sebagai darurat ?

Di sekitar London, saya beberapa kali menjumpai warung yang menempelkan tulisan "Halal Beef" tetapi ketika saya lihat daftar menu makanannya ternyata warung itu juga jualan masakan babi, wah..terpaksa deh sayah mundur teratur dan cari warung yang lain. Dimana ya..saya bisa bisa menemukan website yang berisi daftar resto halal food di negeri yang sebagian besar penduduknya non-muslim ?

Senin, Juli 31, 2006

KROEPOEK


Hari Minggu kemaren, sambil sarapan dengan menu krupuk udang stick, gue iseng-iseng membaca tulisan pada kemasan krupuk udang stick merek Kumau yang diproduksi oleh wowfood industry yang dibeli oleh istri gue di PRJ. Di kemasan tertulis tata cara menggoreng krupuk dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa belanda. Gue terkejut....tuing ..., ketika tahu bahwa krupuk dalam bahasa belanda disebut kroepoek.
Walah…gue sedikit terhenyak…karena setahu saya kata “kroepoek” itu merupakan Ejaan Lama bahasa Indonesia,
Iseng-iseng gue coba nyari di yahoo! menemukan 52,200 kata kroepoek, 66,700 kata krupuk, dan 18,600 kata kerupuk.
Walah, engga nyangka ternyata kroepoek yang asli Indonesia ternyata sudah mendunia, tetapi sayang dalam bahasa Inggeris disebut crackers, jadi engga khas Indonesia lagi.

Kalo ada yang pingin nyoba bikin krupuk ikan sendiri, bisa liat resepnya di sini, untuk edisi bahasa belanda bisa lihat di sini. Kalo saya sih mending beli jadi aza tingal nyam...nyam...nyam

Nah karena menurut Gue, rasa krupuk udang stick Kumau lumayan uenak, saya jadi pingin beli lagi...tetapi dijual dimana yaa..?? Khan PRJnya cuman ada setahun sekali...Khan engga mungkin juga kalo cuman beli 2 pak harus ke pabriknya...