Pagi ini jam 5.10 adalah pengalaman pertamaku naik kerete bisnis Malang Express menuju Surabaya. Kereta ini hanya menyediakan kelas Bisnis (kalo tidak salah), jadi AC yang tersedia adalah jenis Angin Celahan Pintu & Jendela.
Meskipun di tiket kereta tertulis no gerbong dan no tempat duduk, tetapi sulit menemukan gerbongnya. Dipintu masuk gerbong tidak ada tanda no.nya, ketika bertanya kepada petugas yang ada di atas kereta, jawabannya beda-beda. Alhasil para penumpang duduk semaunya dan tidak jarang terjadi perselisihan sesama penumpang. Mestinya pihak KAI menyediakan petunjuk yang jelas di pintu masuk gerbong, khan masyarakat kita udah pada melek angka. Khan gokil saja kalo sampai terjadi keributan gara-gara kursi kereta bisnis seharga Rp.15rb. Makan ati banget.
Untuk masalah konsumsi, engga ada masalah karena petugas restorka hilir mudik menawarkan nasi goreng untuk sarapan. Mau ngopi dan ngeteh sambil browsing juga engga masalah karena sinyal GPRS lumayan kenceng.
Untuk masalah ketepatan waktu......ini yang kadang terlambat. Mudah-mudahan kereta ku ini samapai di SBY tepat waktu.
Tampilkan postingan dengan label PikNik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PikNik. Tampilkan semua postingan
Senin, Desember 08, 2008
Rabu, September 10, 2008
Once Upon a Time in HK (Babak 1)
Akhir bulan Agustus, Daku berkesempatan singgah di Hong Kong. Dalam benak-ku, terbayang bakal banyak bertemu dengan penduduk HK (lha masak ketemu orang Negro). Eh...tibaknya, daku salah sangka. Sejak dari dalam pesawat...daku sudah bertemu dengan Ras Sawo Matang yang bersiap mengais rezeki di HK. (Mungkin tepatnya bukan mengais..lha wong gajinya HKD 3,400 setara dengan Rp. 4juta/ bulan).
Dari Bandara, daku numpang bus menuju Causeway Bay, dan ketika turun bus,..eh..lha kok pas di depan Toko Chandra yang konon katanya milik orang Indonesia.

Karena cuma bawa HKD terbatas, maka daku pun mencoba menukar uang ke Chandra...eh..lha yang jaga counternya orang Indonesia juga. Ketika lagi muter-muter nyari alamat penginapan, eh..ketemu lagi dengan beberapa orang berparas melayu sedang ngobrol dengan basa jawa. Lha ...saya ini sedang ada di HK atawa di Jawa ya..jadi rada bingung.
Tiba-tiba temenku melihat sosok selebritis Indonesia yang lagi jalan sendirian di sekitaran Causeway Bay, maka dengan serta merta daku bertiga menyapanya dan tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan berphoto ria. Mau tahu siapa dia ? Tak lain dan tak bukan adalah Mas Benjo dari Kelompok Band Team Lo.

Berhubung daku bertiga nyampe di HK udah sore, maka perutpun udah mulai kerocongan. Nah sesuai pesan dari temans di Jakarta, maka daku pun mencoba mencari tempat makan yang paling enak di HK. Kata temen-ku hukumnya wajib makan di tempat itu kalo lagi di HK. Maka dengan sisa-sisa tenaga, daku bertiga menyusuri jalanan yang ramai mencari Resto dimaksud. Lokasinya tidak jauh dari Toko Chandra, daku pun segera memesan menu special yaitu Rawon..(halah...udah jauh-jauh ke negeri seberang kok yang dicari masih rawon juga). Ternyata rawonnya enak juga, engga beda jauh dengan rawon surabaya. Udah pernah nyobain juga ? kalo belum pernah silahkan datang ke sana. Di Resto tersebut tersedia aneka masakan Indonesia ada sop buntut, ada gulai, ada juga beras kencur. Mau tahu namanya ? Judul restonya adalah Warung Malang Club (WMC). Kayaknya WMC itu jadi jujugannya WNI yang lagi kangen dengan masakan Indonesia.
Dari Bandara, daku numpang bus menuju Causeway Bay, dan ketika turun bus,..eh..lha kok pas di depan Toko Chandra yang konon katanya milik orang Indonesia.
Karena cuma bawa HKD terbatas, maka daku pun mencoba menukar uang ke Chandra...eh..lha yang jaga counternya orang Indonesia juga. Ketika lagi muter-muter nyari alamat penginapan, eh..ketemu lagi dengan beberapa orang berparas melayu sedang ngobrol dengan basa jawa. Lha ...saya ini sedang ada di HK atawa di Jawa ya..jadi rada bingung.
Tiba-tiba temenku melihat sosok selebritis Indonesia yang lagi jalan sendirian di sekitaran Causeway Bay, maka dengan serta merta daku bertiga menyapanya dan tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan berphoto ria. Mau tahu siapa dia ? Tak lain dan tak bukan adalah Mas Benjo dari Kelompok Band Team Lo.
Berhubung daku bertiga nyampe di HK udah sore, maka perutpun udah mulai kerocongan. Nah sesuai pesan dari temans di Jakarta, maka daku pun mencoba mencari tempat makan yang paling enak di HK. Kata temen-ku hukumnya wajib makan di tempat itu kalo lagi di HK. Maka dengan sisa-sisa tenaga, daku bertiga menyusuri jalanan yang ramai mencari Resto dimaksud. Lokasinya tidak jauh dari Toko Chandra, daku pun segera memesan menu special yaitu Rawon..(halah...udah jauh-jauh ke negeri seberang kok yang dicari masih rawon juga). Ternyata rawonnya enak juga, engga beda jauh dengan rawon surabaya. Udah pernah nyobain juga ? kalo belum pernah silahkan datang ke sana. Di Resto tersebut tersedia aneka masakan Indonesia ada sop buntut, ada gulai, ada juga beras kencur. Mau tahu namanya ? Judul restonya adalah Warung Malang Club (WMC). Kayaknya WMC itu jadi jujugannya WNI yang lagi kangen dengan masakan Indonesia.
Kamis, Juni 19, 2008
Vote for Komodo Island, Krakatau & Toba Lake

Tadi pagi, daku dapet sms dari temen, katanya sekarang ini sedang ada pemilihan 7 keajaiban dunia versi alam di NEW7WONDERS. Ada tiga lokasi di Indonesia yang masuk dalam nominasi yaitu Taman Nasional Komodo, Gunung Krakatau, dan Danau Toba. Nah supaya salah satu atau ketiga lokasi wisata alam tersebut bisa masuk dalam New 7 Wonders, engga ada salahnya kalo kita ikutan vote khan?
Ayo..siapa mau ikutan....
Selasa, Mei 27, 2008
Wisata Car Free Day
Hari Minggu tanggal 25 Mei 2008, untuk kesekian kali diselenggarakan kegiatan Car Free Day. Maksudnya ruas jalan Thamrin-Sudirman tidak boleh dilewati oleh kendaraan dari jam 06.00 s.d 14.00. Rencananya Car Free Day akan diberlakukan setiap minggu terakhir pada tiap bulan.
Oh ya..ada yang terlupa...demi keamanan dan kenyamanan warga yang beraktivitas di pagi hari itu, maka pihak polri menerjunkan petugas tambahan yaitu satuan polwan bersepeda..wow..keren khan.
Senin, Desember 03, 2007
Mencari halal food
Di negri tercinta ini, kita dengan mudah dapat menemukan makanan yang halal walaupun tanpa ada label dari MUI, tetapi kalo pas lagi jalan-jalan di Eropah atau Amrik, mungkin kita akan sedikit mengalami kesulitan mencari makanan halal. Beberapa temen saya yang mendapat tugas ke luar negeri, kadang membawa bekal mie instan beberapa puluh bungkus agar bisa makan dengan nyaman. Repot sih, tetapi demi keselamatan diri terpaksa dilakukan.
Bagi warga muslim yang sudah menetap di kawasan Eropah, Amrik, Cina dan negeri yang sebagian penduduknya bukan Muslim, tentunya tidak akan menemukan kesulitan mencari halal food. Mereka bisa belanja daging ayam, sapi dan dimasak sendiri. Tetapi bagi para turis muslim, mungkin akan menemui sedikit masalah. Hal ini terjadi pada diri saya yang kebetulan Minggu lalu ada acara di london. Karena engga tahu "lor-kidul" tentang restoran muslim di sekitar London, maka terpaksa dech saya banyak mengkonsumsi fastfood cap KFC dan McD. Saya sih berasumsi bahwa ayam yang ada di kedua resto tersebut sudah disebelih dengan cara yang halal. Kalopun tidak disembelih dengan asma Alloh, mudah-mudahan Alloh mengampuni sayah.
Selain KFC dan McD, makanan yang selalu saya cari jika di negri orang adalah SeaFood. Secara teori fikih (halah...sok keminter), yang namanya seafood dijamin halal, dan engga perlu pake ritual penyembelihan. Tetapi kadang timbul keraguan juga...jangan-jangan di resto tersebut bukan hanya jual seafood, tetapi juga jualan makanan yang mengandung babi. Nah loh..jadi ragu khan ? Meskipun jenis makannya halal, tetapi kalo alat memasaknya dicampur dengan alat memasak daging babi, maka hukumnya khan jadi haram. Duh trus gimana dunk ? Boleh engga ya..kondisi ini dianggap sebagai darurat ?
Di sekitar London, saya beberapa kali menjumpai warung yang menempelkan tulisan "Halal Beef" tetapi ketika saya lihat daftar menu makanannya ternyata warung itu juga jualan masakan babi, wah..terpaksa deh sayah mundur teratur dan cari warung yang lain. Dimana ya..saya bisa bisa menemukan website yang berisi daftar resto halal food di negeri yang sebagian besar penduduknya non-muslim ?
Bagi warga muslim yang sudah menetap di kawasan Eropah, Amrik, Cina dan negeri yang sebagian penduduknya bukan Muslim, tentunya tidak akan menemukan kesulitan mencari halal food. Mereka bisa belanja daging ayam, sapi dan dimasak sendiri. Tetapi bagi para turis muslim, mungkin akan menemui sedikit masalah. Hal ini terjadi pada diri saya yang kebetulan Minggu lalu ada acara di london. Karena engga tahu "lor-kidul" tentang restoran muslim di sekitar London, maka terpaksa dech saya banyak mengkonsumsi fastfood cap KFC dan McD. Saya sih berasumsi bahwa ayam yang ada di kedua resto tersebut sudah disebelih dengan cara yang halal. Kalopun tidak disembelih dengan asma Alloh, mudah-mudahan Alloh mengampuni sayah.
Selain KFC dan McD, makanan yang selalu saya cari jika di negri orang adalah SeaFood. Secara teori fikih (halah...sok keminter), yang namanya seafood dijamin halal, dan engga perlu pake ritual penyembelihan. Tetapi kadang timbul keraguan juga...jangan-jangan di resto tersebut bukan hanya jual seafood, tetapi juga jualan makanan yang mengandung babi. Nah loh..jadi ragu khan ? Meskipun jenis makannya halal, tetapi kalo alat memasaknya dicampur dengan alat memasak daging babi, maka hukumnya khan jadi haram. Duh trus gimana dunk ? Boleh engga ya..kondisi ini dianggap sebagai darurat ?
Di sekitar London, saya beberapa kali menjumpai warung yang menempelkan tulisan "Halal Beef" tetapi ketika saya lihat daftar menu makanannya ternyata warung itu juga jualan masakan babi, wah..terpaksa deh sayah mundur teratur dan cari warung yang lain. Dimana ya..saya bisa bisa menemukan website yang berisi daftar resto halal food di negeri yang sebagian besar penduduknya non-muslim ?
Jumat, Juni 22, 2007
Visit Jakarta Fair Kemayoran (JFK 2007)
Minggu lalu, daku sekeluarga nyempetin diri datang ke JFK 2007. Aje gile, itu acara rame banget, padahal tiket masuknya lumayan mahal Rp.20,000. Daku muter-muter di JFK dari pukul 15.30win hingga 20.00wib. Meskipun udah 4,5 jam muter-muter, ternyata belum semua venue kite kunjungin. Kite orang belum sempet ngeliat barang hasil kerajinan daerah yang dipajang di Hall A dan C (kalo kagak salah).
Dari pemantauan sekilas, ternyata panitia JFK cukup profesional. Jalanan cukup bersih dari sampah, toilet juga cukup bersih (& gratis he.he.he.) Pokoknya keren abis dech.
Pada saat pembukaan JFK 2007, Pak SBY mengajak warga agar tidak boros dalam berbelanja. Maka untuk mendukung anjuran pak Presiden, maka daku juga belanja barang yang murah saja..yang diskon-nya mencapai 70%. Tetapi ...setelah dijumlahin ternyata besar juga jumlahnya...halah..maunya ngirit, ternyata malah gila belanja.
Rencananya minggu ini, daku mau ke JFK lagi, mau borong aneka snack yang diobral Rp. 5,000 dapet 7 pak.....wah murah banget khan. Kalo minggu ini Anda tidak ada acara, engga ada salahnya Anda maen ke JFK 2007. Atau kalo masih males coba lihat website-nya di SINI, sapa tahu setelah itu Anda tergerak untuk dateng ke JFK 2007. Dijamin engga bakalan nyesel dech.
Rabu, Mei 30, 2007
Miss Universe 2007

Tadi malem Nita ngingetin untuk nonton penganugerahan Miss Universe 2007. Istriku itu emang demen banget nonton acara Miss-miss-an seperti itu, mulai dari tingkat lokal seperti Cak & Ning, Abang None, tingkat nasional Putri Indonesia dan Miss Indonesia, hingga tingkat Internasional Miss Universe & Miss World.
Kembali ke acara Miss Universe 2007, Aku & Nita sedih banget karena Agni Pratistha wakil Indonesia gagal masuk babak 15 besar. Jangan-jangan dulu si Artika berhasil lolos 15 besar hanya sebagai pemanis saja. Maksudnys supaya ditahun-tahun berikutnya Indonesia dapat mengirimkan wakilnya dan sekaligus membeli hak siarnya…yang lumayan mahal itu…..yaa..…tertipu dech kita. Moga-moga dugaan saya keliru.
Di babak 15 besar, kita masih bisa cukup bergembira karena ada 3 wakil Asia Timur yaitu Farung Yuthithum (Thailand), Honey Lee (Korea)dan Riyo Mori (Japan).Memasuki babak 5 besar lebih gembira lagi karena Honey Lee dan Riyo Mori masih bertahan. Puncaknya…ketika Riyo Mori dinobatkan sebagai Miss Universe 2007, kita ikutan senang. (wah kayaknya masih primodialis juga nih…). Kayaknya Putri Indonesia harus belajar dari Saudara Tua yang dalam 2 tahun terakhir masuk 5 besar.
Setelah perhelatan selesai, saya jadi mikir lagi, emangnya apa sih manfaat dari keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe. Menang belum tentu, tetapi hebohnya minta ampun bahkan ada yang demo segala. Sedangkan di sisi lain, para jawara Olimpiade Fisika dan Olimpiade Matematika bahkan Juara Dunia Catur ternyata sepi dari pemberitaan. Ya..sudahlah..emang udah gitu kali tabiat kita, suka pada yang glamour dan gemerlap.
Kapan nih Putri Indonesia bisa berjaya di tingkat Internasional
Rabu, Mei 02, 2007
The Ragunan Zoo
Sekian tahun bermukim Jakarta, baru hari Minggu kemaren aku dan keluarga berwisata ke Kebun Binatang Ragunan…gile…luas banget. Sarana transaportasi cuup memadai, bisa naik Kopaja, TransJakarta atau pake kendaraan pribadi. Tiket masuknya juga relative murah yaitu Rp. 4,000 per orang (anak < 2 tahun, gratis), parkir mobil Rp. 2,500 sepuasnya.
Kalo masuk dari Pintu Utara III, maka akan disambut dengan para fotographer, asyik khan ada yang cepret-cepret. Jadi waktu pulangnya..sempetin dech lihat hasil karya mereka, engga terlalu mahal kok dan mereka juga tidak terlalu agresif.
Karena KB Ragunan cukup luas, aku sempet bingung lokasi mana saja yang harus dikunjungi. Seandainya disediain peta/ brosur tentu sangat membantu para wisatawan. Walah..cuman bayar Rp. 4,000 kok minta peta segala. Kayaknya pengelola KB Ragunan perlu menjalin kerja sama dengan pihak sponsor (perusahaan) untuk membuat brosur….lumayan khan..selain membudahkan wisatwan juga menambah penghasilan KB Ragunan.
Untunglah, di dalam area KB Ragunan banyak dipasang tanda arah lokasi binatang sehingga kita engga bingung-bingung amat. Pengaturan kandang binatang yang tersebar juga membuat pengunjung baru seperti saya mengalami pegel-pegel di kaki karena musti berjalan muter-muter. Seandainya bisa di tata ulang dengan pola melingkar, pasti lebih pengunjung akan merasa lebih nyaman….waduh…ini sih perlu dana yang besar.
Di KB Ragunan, saya hanya sempet melihat Gajah, Rusa, Komodo, Aneka Burung, Buaya Muara, Onta, Singa, Macan Putih, dan Jerapah. Yang laen kagak sempet, padahal saya di KB sekitar 3 jam. Saya juga sempet nonton Sirkus Mini yang berlangsung sekitar 15 menit dengan membayar tiket masuk Rp. 3,000. Binatangnya pinter-pinter dan lucu.
Di KB Ragunan juga ada sarana Kereta Rp. 3,000 per orang untuk sekali putar area. Namun sayang jalur yang dilewati kereta justru melewati beberapa kandang binatang yang cuma berisi pohon dan semak belukar yaa…kecewa dong. Kalo mau mencoba Dokar (kereta kuda) juga bisa, cukup membayar Rp. 5,000 per Dokar, maka kita akan dibawa mengitari lapangan sekitar 3-5 menit. Nah kalo pingin ga capek berkeliling KB Ragunan, silahkan men-carter Dokar dengan biaya Rp. 100,000 per jam, cukup mahal juga sih. Oh ya.anda juga bisa mencoba naik Gajah lho di KB Ragunan, tapi sayang saya engga tarip-nya.
Sekilas, saya melihat tidak terlalu banyak logo perusahaan yang terpampang di area KB Ragunan. Seandainya kerja sama pemasangan logo perusahaan bisa ditngkatkan, tentu sakan menambah pemasukan bagi KB Ragunan, sehingga mutu layanan dapat ditingkatkan. Atau seharusnya, hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah DKI/ Pemerintah Pusat. Ndak tahulah.
Kalo masuk dari Pintu Utara III, maka akan disambut dengan para fotographer, asyik khan ada yang cepret-cepret. Jadi waktu pulangnya..sempetin dech lihat hasil karya mereka, engga terlalu mahal kok dan mereka juga tidak terlalu agresif.
Karena KB Ragunan cukup luas, aku sempet bingung lokasi mana saja yang harus dikunjungi. Seandainya disediain peta/ brosur tentu sangat membantu para wisatawan. Walah..cuman bayar Rp. 4,000 kok minta peta segala. Kayaknya pengelola KB Ragunan perlu menjalin kerja sama dengan pihak sponsor (perusahaan) untuk membuat brosur….lumayan khan..selain membudahkan wisatwan juga menambah penghasilan KB Ragunan.
Untunglah, di dalam area KB Ragunan banyak dipasang tanda arah lokasi binatang sehingga kita engga bingung-bingung amat. Pengaturan kandang binatang yang tersebar juga membuat pengunjung baru seperti saya mengalami pegel-pegel di kaki karena musti berjalan muter-muter. Seandainya bisa di tata ulang dengan pola melingkar, pasti lebih pengunjung akan merasa lebih nyaman….waduh…ini sih perlu dana yang besar.
Di KB Ragunan, saya hanya sempet melihat Gajah, Rusa, Komodo, Aneka Burung, Buaya Muara, Onta, Singa, Macan Putih, dan Jerapah. Yang laen kagak sempet, padahal saya di KB sekitar 3 jam. Saya juga sempet nonton Sirkus Mini yang berlangsung sekitar 15 menit dengan membayar tiket masuk Rp. 3,000. Binatangnya pinter-pinter dan lucu.
Di KB Ragunan juga ada sarana Kereta Rp. 3,000 per orang untuk sekali putar area. Namun sayang jalur yang dilewati kereta justru melewati beberapa kandang binatang yang cuma berisi pohon dan semak belukar yaa…kecewa dong. Kalo mau mencoba Dokar (kereta kuda) juga bisa, cukup membayar Rp. 5,000 per Dokar, maka kita akan dibawa mengitari lapangan sekitar 3-5 menit. Nah kalo pingin ga capek berkeliling KB Ragunan, silahkan men-carter Dokar dengan biaya Rp. 100,000 per jam, cukup mahal juga sih. Oh ya.anda juga bisa mencoba naik Gajah lho di KB Ragunan, tapi sayang saya engga tarip-nya.
Sekilas, saya melihat tidak terlalu banyak logo perusahaan yang terpampang di area KB Ragunan. Seandainya kerja sama pemasangan logo perusahaan bisa ditngkatkan, tentu sakan menambah pemasukan bagi KB Ragunan, sehingga mutu layanan dapat ditingkatkan. Atau seharusnya, hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah DKI/ Pemerintah Pusat. Ndak tahulah.
Senin, Maret 12, 2007
Bermalam di Preanger

Minggu lalu, saya mengikuti pelatihan Leadership di Hotel Grand Preanger. Karena saya juarang ke Bandung, maka sempet salah sebut sebagai Hotel Panghegar, hi hi hi, emang ndesit. Bangunannya sih biasa saja, interiornya juga standar (maksud saya standar hotel lah). Selama 3 hari nginep ndek Preanger, saya tidak menemukan hal istimewa.
Namun pada hari ketiga, temen saya menunjukkan sebuah prasasti di dinding Hotel yang menunjukkan asal-asulnya. Kata temen saya itu, dulunya Hotel Preanger adalah tempal kumpulnya orang kaya di Pasundan. Mudah-mudahan gue ketularan kaya raya, he.he.he.
Setelah balik kantor lagi, maka saya pun mulai mencari informasi tentang Sejarah-nya Hotel Preanger, antara lain ada di sini, dan juga ndhek sini.
Ternyata sejak jaman dulu sudah banyak orang kaya di Bandung dengan perkebunan yang luas. Apakah yang dimaksud kebun Teh? ya endak tahu saya. Tidak heran kalo mojang priangan cantik-cantik, lha wong babenya kaya raya, jadi pasti terawat deh anaknya.
Yang juga bikin bangga saya adalah salah satu arsitek renovasi pada tahun 1929 adalah Bung Karno.
Huebat kan, baru umur 28 tahun udah bisa bikin hotel.
Ada lagi hotel kuno yang menarik untuk di-inepi, yaitu Hotel Tugu Malang. Suasana Hotel Tugu Malang memang terkesan magis dan orientalis, namun nyaman. Menu makannya juga OK punya. Halah kok malah studi banding.
Sabtu, Februari 24, 2007
Yuk Jalan-jalan ke Museum

Pada akhir pekan, biasanya warga Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya menghabiskan waktunya dengan mengunjungi mall, kebun binatang atau berlibur ke pantai. Jarang banget warga metropolis yang meluangkan waktu untuk mengunjungi museum. Aku juga sich, sampai punya anak 1, baru mengunjungi 2 museum, yaitu Museum Mpu Tantular (sekarang jadi Museum Seni Jawa Timur) waktu masih pakai seragam putih merah dan Museum Sampoerna (rame-reme sekeluarga) waktu mudik lebaran. Padahal kalo dipikir-pikir dengan mengunjungi museum, kita bisa dapet banyak elmu. Mulai dari sejarah Majapahit hingga sejarah Indonesia. Oh yaa..aku juga pernah mengunjungi Museum Layang-Layang, tetapi dalam rangka menghadiri pesta kebun pernikahan temen-ku. Aku juga udah pernah masuk ke museum Purna Bhakti Pertiwi yang ada di kompleks TMII, wah koleksinya keren bo, suvenir kenegaraan dari negara tetangga.
Rencananya sih kalo Raffa udah agak gedhe dikit, aku mau mgajak lan-jalan ke museum, kebetulan Nita juga suka jalan ke Museum. Minggu lalu, aku mau ke Museum Satria Mandala , Museum Nasional (Monas)....halah udah sekian tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pernah ke Monas. Museum Gajah kayaknya keren juga. Kalo ngeliat daftar museum di wikipedia ternyata lumayan banyak juga, belum lagi yang tidak terdaftar di wikipedia dan yang ada di luar Jakarta.
Kayaknya kalo kunjungan wisata ke museum di Jakarta atau kota lainnya engga perlu budget yang besar, lha wong tiket masuknya aza murah meriah, terus makannya juga murah meriah, biasalah bakso dan teh botol.
Kondisi ini berbeda 180ยบ dibandingkan museum di luar negeri. Kalo di Paris atau Amsterdam, pengunjungnya selalu bejibun (tetapi kayaknya bukan bule lokal, tetapi bule dari negeri tetangga). Meskpun harga tiket masuknya mahal, tetapi tetap laku juga, udah gitu suvernir juga mahal. (maksudnya mahal kalo di-rupiah-kan). Makanya waktu ke sana aku engga mikir rupiah-nya, bikin sakit hati.
Nah..kalo gitu..mari kita tingkatkan kunjungan ke museum, mumpung masih murah dan kayaknya engga kalah dengan museum di luar negeri.
Ayo ke Museum....!!!
Langganan:
Postingan (Atom)