Senin, Februari 26, 2007

Perokok Cantik


Kultur budaya yang aku terima sejak kecil menyatakan bahwa yang boleh merokok hanya kaum adam. Dinyatakan pula bahwa wanita yang suka merokok itu wanita nakal. Engga tahu kenapa sampai ada stigma seperti itu. Mungkin saja yang pertama kali memperkenalkan budaya merokok di kaum hawa adalah para wanita nakal tersebut. Au ah gelap, aku belum pernah survey. Pokoknya jelek banget dech image wanita perokok.

Hal ini berbeda dengan yang dialamin para pria, mereka yang perokok justru dianggap jantan, lelaki tulen. Kalo ada cowok yang engga merokok maka Dia akan dikatain Banci, eh..norak dech...padahal banci khan juga perokok.

Ada cerita menggelikan tentang wanita perokok. Pada suatu hari tanteku lagi makan ditemenin oleh pembantunya yang udah tuwir banget. (itu asisten emang setia banget sejak zaman baheula). Nah lagi enak-enaknya makan, eh..ada sekelompok wanita cantik yang duduk tidak jauh dari tempat duduk tanteku, mulai menyalakan rokoknya. Wah kelihatannya asyik sekali. Tante gue dan pembantunya, cuek aza dan terus makan. Nah setelah selesai makan, maka pembantu tante, memulai ritualnya, yaitu merokok dan akibatnya sugu diluar dugaan...dengan serta merta para wanita cantilk yang tadi asyik merokok langsung mematikan rokoknya.... he.. he..he.. malu kali di saingin ama pembantu tua.

Aku sih engga terlalu terganggu dengan perokok baik pria/ wanita, hanya ...kadang kesel aza kalo mereka merokok di ruang publik sementara disekitarnya ada anak kecil atau orang yang alergi rokok. Aku kadang juga sebel kalo ngeliat wanita dengan tampang pas-pasan tetapi memaksakan diri untuk merokok, engga menarik sama sekali. Beda banget kalo ngeliat wanita cantik merokok, kayaknya tambah cantik saja..he.he.he..beruntunglah para wanita cantik.

Kalo dirunut ke belakang..kebiasaan merokok para wanita saat ini hampir sama dengan kebiasaan makan sirih pinang dan nyusur bahasa kerennya (smokeless tobacco). Setahu ku sih kalo ini kebiasaan nenek-nenek atau wanita pedesaan...dan kata peneliti dari Universitas Jember (Unej...bukan Unjem lho) dapat menimbulkan tumor seperti papilloma, fibroma, atropik mukosa dan tumor ganas lainnya, kalo mau lebih detil baca aza di sini.

Sabtu, Februari 24, 2007

Yuk Jalan-jalan ke Museum


Pada akhir pekan, biasanya warga Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya menghabiskan waktunya dengan mengunjungi mall, kebun binatang atau berlibur ke pantai. Jarang banget warga metropolis yang meluangkan waktu untuk mengunjungi museum. Aku juga sich, sampai punya anak 1, baru mengunjungi 2 museum, yaitu Museum Mpu Tantular (sekarang jadi Museum Seni Jawa Timur) waktu masih pakai seragam putih merah dan Museum Sampoerna (rame-reme sekeluarga) waktu mudik lebaran. Padahal kalo dipikir-pikir dengan mengunjungi museum, kita bisa dapet banyak elmu. Mulai dari sejarah Majapahit hingga sejarah Indonesia. Oh yaa..aku juga pernah mengunjungi Museum Layang-Layang, tetapi dalam rangka menghadiri pesta kebun pernikahan temen-ku. Aku juga udah pernah masuk ke museum Purna Bhakti Pertiwi yang ada di kompleks TMII, wah koleksinya keren bo, suvenir kenegaraan dari negara tetangga.
Rencananya sih kalo Raffa udah agak gedhe dikit, aku mau mgajak lan-jalan ke museum, kebetulan Nita juga suka jalan ke Museum. Minggu lalu, aku mau ke Museum Satria Mandala , Museum Nasional (Monas)....halah udah sekian tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pernah ke Monas. Museum Gajah kayaknya keren juga. Kalo ngeliat daftar museum di wikipedia ternyata lumayan banyak juga, belum lagi yang tidak terdaftar di wikipedia dan yang ada di luar Jakarta.
Kayaknya kalo kunjungan wisata ke museum di Jakarta atau kota lainnya engga perlu budget yang besar, lha wong tiket masuknya aza murah meriah, terus makannya juga murah meriah, biasalah bakso dan teh botol.
Kondisi ini berbeda 180ยบ dibandingkan museum di luar negeri. Kalo di Paris atau Amsterdam, pengunjungnya selalu bejibun (tetapi kayaknya bukan bule lokal, tetapi bule dari negeri tetangga). Meskpun harga tiket masuknya mahal, tetapi tetap laku juga, udah gitu suvernir juga mahal. (maksudnya mahal kalo di-rupiah-kan). Makanya waktu ke sana aku engga mikir rupiah-nya, bikin sakit hati.
Nah..kalo gitu..mari kita tingkatkan kunjungan ke museum, mumpung masih murah dan kayaknya engga kalah dengan museum di luar negeri.
Ayo ke Museum....!!!

Jumat, Februari 23, 2007

Nambah Counter

Sewaktu ngeliatin blog-nya orang sayajadi ngiri, karena mereka punya Hit Counter, sehingga bisa diketahui jumlah pengunjungnya. Nah aku juga pingin punya hit counter seperti, meskipun aku sadar pengunjung IsENK cuma sedikit. Yaa....maksudnya biar ketahuan ke-sepian-nya.
Maka jalan pintas yang kupake adalah melalui menu Help, terus aku "counter" di search blogger hepl. Terus aku dapat info Hit Counters and Statistics, aku coba ndaftar di Google Analytics, terus ngikutin semua petunjuknya..dan...hasilnya.....GAGAL. ya..kecewa dech.
Trus, aku coba pake StatCounter, aku ikutin saja aturannya (ndak tahu udah bener apa engga) hingga akhirnya BERHASIL. Tetapi sayangnya perhitungan awal counternya kagak otomatis, artinya harus diisi sendiri, pinginnya sih aku isi mulai 12345678, biar seolah-olah, pengujung IsENK itu banyak, tetapi males ah.. mending aku mulai dari 0 (Nol) saja, engga pa pa lah mulai dari Nol, toh untuk iseng saja, hanya untuk hiasan blog saja kok.
Sebenernya aku juga pingin bikin favivon sendiri (aku udah buat) cuman belum tahu cara nampilin di blog. Kalo ada yang udah bisa, bagi ya elmunya.
Ok deh sekian dulu.

Kamis, Februari 22, 2007

SEKOLAH, perlu apa engga ?


Sekitar jam 9-10 malam biasanya terlihat beberapa metromini dan bis yang ngetem di Sarinah Thamrin dan depan Plaza Indonesia. Ya..pada jam – jam itulah terjadi bubaran karyawan/ karyawati yang dari pagi hingga malam berdiri menawarkan dagangannya. Para penjaga toko tersebut tentulah bukan lulusan SD atau SMP. Sebagaian besar adalah lulusan SMA dan Diploma, bahkan tidak jarang yang telah jadi Sarjana. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan taraf pendidikan rakyatnya.
Namun apakah peningkatan pendidikan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan ? Kayaknya masih jauh dari harapan dech. Bahkan saat ini persyaratan kerja semakin tinggi saja. Kalo dulu lulusan SMP masih bisa diterima kerja, lha sekarang....yang namanya sarjana aza masih banyak yang nganggur.
Di tempat kerjaku juga terjadi hal serupa. 10 tahun lalu jika dibuka lowongan untuk D3, maka yang daftar ya cuma lulusan D3. Gengsi bo’ masak lulusan S1 ikut bertarung dengan D3. Apalagi yang lulusan S2, engga bakal ngelirik dech lowongan buat D3.
Tetapi sekarang keadaan telah berubah. Meskipun lowongan dibuka untuk D3, tetapi pendaftar terbanyak justru lulusan S1, beberapa lulusan S2 juga engga malu untuk ikutan melamar. Akibatnya ....yang lolos seleksi dan diangkat sebagai pegawai didominasi oleh lulusan S1 dan S2. Ya...yang untung adalah perusahaan karena mendapat karyawan S1 dan S2 tetapi dengan gaji D3.
Nah kalo gitu siapa yang salah ?
Selama ini kita hanya diarahkan untuk belajar dan belajar. Segala ilmu dijejalkan, mulai dari aritmatika, fisika, ekonomi, hingga pelajaran agama. Target utama adalah melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, bukan bekerja. Seandainya sejak dini, pelajar telah dibekali dengan materi kewirausahaan dan ketrampilan kerja, maka mereka tidak perlu mengunggu lulus S2 untuk bekerja. Mereka bahkan tidak perlu bekerja pada orang lain, tetapi jadi pengusaha kecil-kecilan.
Lha..terus apa gunanya sekolah kalo setelah itu jadi pengagguran atau cuma jadi penjaga toko ?
Untuk jadi penjaga toko modalnya cuma satu, yaitu kaki yang kuat (berdiri terus bo), tetapi untuk bisa menjual dagangan, dibutuhkan pengetahuan tentang produk. Untuk bisa tahu suatu produk, diperlukan otak yang encer. Nah agar otak encer perlu stimulus, dan itu bisa diperoleh dari sekolah.
Jadi untuk menjadi penjaga toko pun perlu sekolah, sehingga komunikatif dengan pelanggan dan omzet penjualan meningkat. Jadi sekolah itu penting.

Senin, Februari 19, 2007

Tips Search Engine


Udah tahu cara mencari MP3 dan 3gp yang cepat dari Internet ? Bagi yang belum tahu, aku ada sedikit tips yang ku dapat dari TABLOID SELULAR, itu tuh tabloid yang sebagian besar isinya tentang henpun. Ada salah satu artikel yang menarik, yaitu mencari file MP3 secara cepat melalui search engine. Biasanya kalo lagi butuh artikel atau apapun, aku cuma masukin kata kuncinya di Google atau Yahoo! Misalnya gue pingin nyari MP3 nya Dewa, maka di saya ketik MP3 Dewa, maka hasilnya adalah ratusan ribu link yang terkait dengan MP3 atau Dewa.
Nah di tabloid Selular ditulis cara cepat dapetin MP3nya Dewa, caranya adalah ketik ?intitle:index.of?.mp3 Dewa, maka akan muncul sedikit saja link yang langsung mengarah ke MP3-nya Dewa. waktu aku coba cuma muncul 7 link index of MP3. Jadi aku engga pusing memilih link-nya.
Kalo mau nyari file 3gp buat koleksi di henpun, juga jadi gampang cukup ketik ?intitle:index.of?.3gp,maka kamu akan diarahkan ke web yang mengandung file 3gp, dan kamu bisa mendowloadnya.
Tetapi meskipun kita bisa download aneka lagu dari Internet, aku sih tetap aza menyarankan untuk beli CD Aslinya, yaa supaya para insan seni musik tetap mau berkarya. Kalo mereka engga mau lagi nyiptain lagu, maka hidup kita jadi bete juga khan, cuman ngedengerin lagu yang itu-itu saja. Biasanya aku download MP3 sekedar pengen tahu apakah lagunya enak apa engga. Kalo lagunya enak, maka aku beli CDnya. Emang mahal sih.
Seandainya para artis dan produser mau menurunkan harga CD antara 10-20 ribu, tentu jumlah CD Bajakan akan sedikit berkurang. Kapan ya harga CD jadi murah ?

Kamis, Februari 15, 2007

Trade Idea 14 Feb 2007

USD/JPY : Sell at 121.80-122.00, S/L at 122.20-40
EUR/USD : Sell at 1.3070-1.3100, S/L at 131.20-40
GBP/USD : Buy at 1.9420-1.9450, S/L at 1.9400-1.9370
AUD/USD : Sell at 0.7800-0.7830, S/L at 0.7850-0.7880
NZD/USD : Sell at 0.6920-0.6950, S/L at 0.6980-0.7020
XAU/USD : Sell at 668.00, S/L at 685

This analisys is for information purposes only. It is not intended to constitute any form of financial advice or recommendation of, or an offer to buy or offer to sell, any security or other financial product. I recommend that you seek your own independent legal or financial advice before proceeding with any investment decision.

Rabu, Februari 14, 2007

History of Valentinan


Hari ini, tanggal 14 Februari, sebagian penghuni dunia merayakan Valentine's Day. Aku sich baru tahu yang namanya valentine setelah rada tuwir...jadi waktu masih teenager, engga pernah valentinan....wah ndesit banget dech (ndeso...kata Tukul). Nah setelah Gede Gerang, baru aku tahu namanya valentine, tapi tahunya ya..hari kasih sayang, engga tahu asal usulnya atawa sejarahnya. Ya...kayaknya engga penting dech..lha wong cuman perayaan saja. Kalo Kasih sayang khan selalu ada setiap saat.

Pagi ini iseng-iseng aku search di yahoo! tentang History of Valentine dan menemukan ribuan entry. Pinginnya sih dibaca semua, tetapi mungkin selesainya baru tahun depan, lha trus kapan aku nge-blognya. Jadi terpaksalah aku baca beberapa link-nya antara lain : christianitytoday.com, theholidayspot.com, al-islahonline.com, blog.360.yahoo.com, history.com. Bisa jadi referensi yang saya dapat kurang akurat, tetapi jelas ada perbedaan pandangan mengenai Valentine's Day. Ada yang menganggap sebagai Ritual Agama Kristen (Perayaan Keagamaan), ada yang menganggap Lottery Jodoh, bahkan dipelesetkan sebagai Kasih Sayang Pak Lek Entin di ExtraVaganza - Trans TV.
Kalo aku sih, engga terlalu mikirin yang kayak gitu. Aku menganggap valentinan sebagai ungkapan rasa kasih sayang, antara pasangan, ortu-anak, murid-guru, bukan untuk memperingati wafatnya Santo Valentine. Bahwa dulu sejarahnya seperti itu..ya sudahlah..bahkan saya salut dengan perjuagan Pak Santo Valentine yang menentang titah raja yang sewenang-wenang. Menurutku, dengan adanya perayaan valentine, maka dapat mendorong laju perekonomia....walah kayak wejangan pejabat saja. Liat aza, saat ini dijual beraneka pernak-pernik valentine, mulai dari yang murahan hingga yang ratusan juta, itu khan duit semua.
Menurut-ku, sepanjang perayaan valentine tidak mengarah ke seks bebas..ya...silahkan saja. Kalo cuman nongkrong di kafe, atau warung kopi ya engga masalah. Apalagi kalo untuk mensyukuri kasih sayang Tuhan kepada umatnya, atau kasih sayang Ortu pada anaknya...wah..pasti bakal mengharu biru...dan bakal banyak yang terisak-isak.